Undangan




Monggo di donlot juga, trust diprint, ntar kalo tetep ga jelas, tanya pak polisi ya. Yang penting dateng, itung-itung silaturohmi.

Tentang Qta

Fuih (sambil ngelap keringet!), tu kata ptama yang t’ucap ktika Qta akan menikah. Cerita yg b’akhir dengan pernikahan ini, pnuh dengan perjuangan. Qta lahir di taon yg sama, Qta-pun sama-sama anak bungsu, betapa hebat-na Qta dalam hal “mau menang sendiri”. Hehe.. Ga pnah ada komitmen antara kami, yg ada cuman rasa saling memiliki. Rasa memiliki tu yg mbuat Qta terus bareng, dari satu kelas pas SMP mpe detik ini. Kebayang donk, banyak hal Qta lalui, seneng, susah, tawa, air mata, huh.. jd inget masa susah dulu, khabisan bensin mlulu! Hiks.. btw, Ada rasa cinta ga? “Ya..iyalah.., secara udah sjauh ini…!!” Hehe…


Marhaeni bilang, Pongky tu paket lengkap bagi-na.

Bagi Pongky, Marhaeni tu racikan yg pas untuk-na.


Akhir-na thanks GOD, untuk dbolehin menghabiskan waktu bersama-na, Alhamdulillah…

Tempoe Doeloe

 
 
 
 


 
 
 

 
Inilah beberapa perjalanan waktu yang sempat kami abadikan. Tapi jangan berpikir kami hanya mengalami senyum dan tawa saja, kadang air mata pun tak kuasa kami titikkan. Bentangan waktu yang ada didepan kami akan memberikan tantangan misterius yang harus kami jalani setapak demi setapak. Setidaknya aku tidak sendiri lagi, sekarang ada dia disisiku, yang akan membuat perjalanan waktu semakin menyenangkan. Tak banyak yang akan kami tuliskan, biarlah foto-foto kami yang bercerita.

Pre Wedding Pictures









 

 

Behind the Scene (yang ga' lulus sensor)